Beda Generasi, Donny Damara dan Shandy Sjariff Curhat Punya Masalah yang Sama sebagai Aktor

Suara.com – Donny Damara dan Shandy Sjariff ikut memeriahkan dan menjadi pembicara di perhelatan bertakuk “Pesta Warga”. Acara yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada 28-29 Oktober ini pun bertambah seru dengan kehadiran dua aktor beda generasi tersebut.

Sekadar informasi, “Pesta Warga” diinisiasi oleh Bapak2ID, sebuah komunitas forum obrolan untuk mengenal keseharian dunia para lelaki yang sudah menjadi bapak-bapak

Tak heran bila Festival Pesta Warga ini memberikan meyuguhkan suasana yang menarik, layaknya berada di sebuah lingkungan perumahan. Agar suasana terasa di perumahan, acara tersebut juga dimeriahkan dengan permainan anak, pedagang makanan yang berlalu lalang, petugas hansip, hingga gerai karaoke.

Donny Damara dan Shandy Sjariff menjadi dua aktor terkenal yang ikut memeriahkan “Pesta Warga”. Meski beda generasi, Donny dan Shandy sama-sama pernah digilai kaum Hawa pada masanya.

Menarik, saat berbincang di acara tersebut, baik Donny Damara maupun Shandy Sjariff curhat masalah yang sama. Yakni soal penampilan, khususnya rambut.

Shandy Sjariff yang kini telah berusia 44 mengaku sempat memiliki kekhawatiran lantaran rambutnya mulai menipis akibat kerontokan. Sebagai seorang selebriti yang sangat mementingkan penampilan, hal ini pun sangat menakutkan bagi mereka.

Shandy Sjariff mengaku sudah mulai mengalami kerontokan sejak masuk ke usia 30 tahunan. Hal itu disadari bintang sinetron Jodoh Wasiat Bapak ini ketika wajahnya tersorot lampu dan saat melihat ke cermilan tampak jelas di kepalanya sudah mengalami kebotakan.

“Saat syuting itu biasanya kita evaluasi akting, nah sekarang jadi memperhatikan kepala. Karena lampu terang kan, biasanya ada ‘jendela-jendela’-nya. Itu makin enggak pede (percaya diri). Dan di situ rambutnya kelihatan botak-botak, makin menipis dan itu semakin bahaya kalau didiamkan,” kata Shandy Sjariff.

Baca Juga  Ada Hitler Nyaleg di Karawang, Bersaing dengan Ambu Anne Demi Kursi DPRD Jabar

Selain usia, kerontokan juga disebabkan karena gaya hidupnya sebagai seorang selebriti. Sebagai seorang aktor, Shandy mengaku kerap mengenakan cairan atau pewarna rambut. Belum lagi, syuting hingga larut yang membuatnya lelah, juga sangat berpengaruh dengan kesehatan rambut.

“Ini sebenarnya bukan hanya karena usia tapi juga faktor genetik. Gaya pakai wax dan lain-lain tadi, enggak cuci rambut pulang padahal syuting sampai 20 jam. Hal-hal begitu yang memperburuk-memperparah,” ujar bintang sinetron Cinta Fitri ini.

Kekhawitaran Shandy Sjariff akan mengalami kebotakan yang lebih parah akhirnya teratasi, setelah aktor kelahiran Palembang ini menemukan sebuah klinik kecantikan, yang secara khusus menangani masalah kerontokan dan kebotakan.

“Sejak setahun lalau saya menjalani transplantasi rambut di Farmanina Aesthetic & Hair Clinic. Bagian kepala yang mengalami penipisan kini sudh ditumbuhi rambut,” imbuh Shandy.

Hal yang hampir sama diamali Donny Damara. Aktor 57 tahun ini mengalami kerontokan rambutnya dan membuatnya kurang percaya diri. Namun berbeda dari Shandy Sjariff, bintang film Buya Hamka ini baru menjalani proses Platelet Rich Plasma (PRP) yakni terapi perawatan rambut rontok dan merangsang pertumbuhan rambut.

“Ya saya masih terbatas waktu syuting yang padat sehingga masih PRP dulu. Saya juga merasakan hal yang sama seperti Shandy, kok banyak ‘jendele-jendela’ di kepala sih. Lalu saya datanglah ke Farmanina yang di Tebet, dianalisa kulit kepala saya, rambut saya. Saya dianjurkan sebelum melakukan ‘transplant rambut’ dilakukan dulu PRP,” tutur Donny.

Meski belum sampai menjalani transplantasi rambut, tapi rupanya rambut Donny Damara sudah mulai tumbuh dan kini tampak kembali lebat.

“Teman-teman bilang, ‘rambut lo udah mulai enggak botak lagi?’. Kebayang kan gimana kalau saya melakukan transplantasi rambut,” ucap Donny.

Baca Juga  Padahal Alasannya Jelas, Syahnaz Sadiqah Tetap Dicibir Lebih Pilih Liburan Ketimbang Hadiri Pemakaman Mertua

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *